Selasa, 11 Desember 2018

Sekda Mentawai Martinus Dahlan (tengah baju putih) berfoto bersama seluruh peserta pelatihan SAR


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT —Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Search And Rescue (SAR) Kelas B Mentawai mengadakan pelatihan Potensi SAR "Water Rescue" atau pertolongan di air kepada 35 orang dari  perwakilan berbagai Instansi dan organisasi yang ada Kepulauan Mentawai.

Kegiatan yang digelar untuk kali pertama itu dilaksanakan selama dua hari mulai Rabu hingga Kamis, (12-13/12), hari pertama kegiatan pemaparan materi dan teori di Aula Hotel Graha Viona Jalan Raya tuapejat Km 7 dan hari kedua kegiatan praktek pertolongan di air dilaksanakan di dermaga Tuapejat..

Kepala Kantor SAR Mentawai Akmal mengatakan kepada wartawan pada Rabu (12/12) kegiatan tersebut merupakan program dari Kantor SAR setiap Tahun memberikan pelatihan Potensi SAR. Dimana kedepan para tim Potensi SAR yang dilatih akan dilibatkan dalam operasi pencarian dan pertolongan di air, jika itu diperlukan.

“Ini memang program kerja kantor SAR setiap tahun di seluruh Kantor SAR melatih potensi SAR sesuai dengan kondisi alam, kalau kita di Kepulauan Mentawai yang dikelilingi laut, maka latihan teknik pertolongan di air yang kita berikan, tujuan kita untuk mengoptimalkan operasi SAR di Mentawai, “ ungkapnya.

Ia menyebutkan kecelakaan dan bencana yang ditangani Tim SAR terbagi atas tiga diantaranya Kecelakaan Kapal, Kecelakaan Pesawat dan Kecelakaan Penangan Khusus, dimana Tim SAR akan turun saat kondisi darurat itu terjadi.

"Kalau kecelakaan kapal artinya semua kecelakaan laut baik perahu nelayan dan kapal penumpang, kemudian penanganan kecelakaan pesawat, selanjutnya penangan khusus artinya penanganan khusus seperti kecelakaan di darat, misalnya kecelakaan mobil, orang hanyut di sungai, orang hilang di hutan dan sebagainya, " paparnya..

Ia menyebutkan dari 20 operasi SAR yang dilakukan Tahun 2018 ini, 75 persen merupakan penanganan kecelakaan kapal, "Artinya 15 kali kita melaksanakan operasi penanganan kecelakaan kapal, selebihnya penanganan lain seperti keracunan masal, anak hanyut, orang tersesat di hutan dan penggunaan banjir," terangnya

Lebih lanjut dikatakannya sejauh ini Kantor SAR Mentawai yang dibantu oleh Tim Gabungan BPBD, TNI dan Polri, telah mencatat sedikitnya telah mengevakuasi 186 jiwa koraban kecelakaan kapal yang selamat, kemudian 6 ditemukan meninggal dan 33 orang dinyatakan hilang.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekda Mentawai Martinus Dahlan dan dihadiri oleh Unsur Forkopimda dan seluruh peserta di Hotel Graha Viona. (Rd)
.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK