Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Jumat, 02 November 2018


SASARAINAFM.COM, MUNTEI- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kembali menggelar Festival Pesona Mentawai (FPM)  yang ke tiga kalinya.

FPM 2018 kali ini dipusatkan di Kecamatan Siberut Selatan di 3 lokasi berbeda yakni di Desa Maileppet, Desa  Muara Siberut dan Desa Muntei .

Dalam pagelaran budaya bergengsi di Bumi Sikerei itu menampilkan beragam Lomba dan atraksi budaya menarik. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat dan pengunjung dalam FPM 2018 yakni karnaval pakaian tradisional Mentawai..

Karnaval pakaian tradisional Mentawai yang start dari Desa Maileppet dan finis di Desa Muntei itu diikuti 600 peserta dengan berpakaian khas Bumi Sikerei.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet berkomitmen selain mempromosikan keindahan alam pariwisata Mentawai,  dalam penyelenggaraan kegiatan FPM mampu mempromosikan kebudayaan Mentawai yang nantinya bisa menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara untuk bertandang di Bumi Sikerei.

"budaya kita unik, budaya kita ada, jadi melalui kegiatan ini kita bisa menunjukkan, inilah budaya Mentawai. Kita juga berharap kegiatan ini mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk bisa datang ke sini" ujarnya saat membuka FPM 2018 dilapangan bola Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kamis, (1/11/).

Yudas mengajak masyarakat dan generasi muda agar peduli dan tidak melupakan kesenian dan budaya daerah, sehingga tidak tersisih seni dan budaya asing..

Orang nomor satu di Bumi Sikerei itu juga mengatakan, jika tidak dilestarikan maka kesenian dan kebudayaan Mentawai akan hilang digantikan seni dan budaya asing, sehingga nantinya generasi muda tidak lagi mengenal jati diri daerah atau kampung halamannya.

“generasi muda  harus cinta dan peduli melestarikan kesenian dan budaya daerahnya, sehingga tidak hilang atau tersisih, karena seni dan budaya asing” ajaknya.

Bupati berharap, masyarakat Mentawai harus mampu menjadikan seni dan budaya daerahnya, menjadi salah satu potensi mendukung keberhasilan pembangunan daerah..

Bupati Yudas juga mengimbau masyarakat Mentawai tidak hanya peduli mengagumi kesenian dan budayanya, namun harus bertanggung jawab untuk ikut melestarikannya supaya tetap menjadi warisan bagi generasi muda dan jati diri daerah .

Ke depan dirinya juga akan membenahi proses pelaksanaan, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat baik dari Mentawai maupun dari luar Mentawai bahkan wisatawan mancanegara. Sehingga dapat menimbulkan multiplayer effect kepada masyarakat dengan adanya kegiatan tersebut.

Sementara itu Desti Seminora  Kepala Disparpora Mentawai mengatakan, karnaval pakaian tradisional Mentawai ini merupakan kegiatan pengembangann dan promosi kesenian dan budaya daerah Bumi Sikerei.

Dijelaskannya bahwa dalam kegiatan FPM 2018 selain menampilkan karnaval pakaian tradisional Mentawai, juga menggelar beberapa lomba dilokasi yang berbeda yakni  Lomba Panahan, Lomba kreasi manai, Lomba kampung bersih, lomba foto iven, lomba turu' laggai kategori usia anak sekolah, lomba miniatur Uma, lomba selaju sampan, lomba cipta lagu kategori anak, seminar budaya, peragaan busana pakaian adat tradisional Mentawai, pameran, proses memasak khas Mentawai dan atraksi tato Mentawai yang menjadi tawaran paket bagi pelaku usaha. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK