Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Senin, 17 September 2018


SASARAINAFM.COM, SIKAKAP — Dalam rangka menyukseskan Program Upaya Khusus (UPSUS) pertanian Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE), Tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sumbar perwakilan Mentawai beserta penyuluh pertanian Mentawai turun ke Sikakap dan Pagai Utara, pada pekan lalu, guna memastikan keberhasilan. program Upsus Pajale di Mentawai.

Dalam kesempatan itu tim mengunjungi Dusun Makukuet dan Dusun Takmongah di Desa Matobe' Kecamatan Sikakap. Di Dusun Makukuet, tim menjumpai petani yang telah menerapkan Teknologi Tanam Jajar Legowo 2:1, bertanam padi yang telah sesuai dengan anjuran rekomendasi teknologi Balitbangtan.

"Disana tim memberikan motivasi kepada petani, agar, setelah panen nanti, mereka bisa melanjutkan pertanaman berikutnya, disamping itu ketersediaan air yang memadai perlu diupayakan untuk pertanaman kembali, " Kata Heru Rahmoyo L.O BPTP Balitbangtan Sumbar perwakilan Mentawai kepada SASARAINAFM.COM melalui telepon seluler pribadinya.

Sementara itu di Dusun Takmongah, tim bersama Penyuluh pertanian Mentawai, menjumpai petani yang sedang melakukan panen padi, selanjutnya tim juga tak lupa memberikan arahan tentang teknologi teknologi pertanian dan motivasi. 

"Selain itu kami juga memberikan arahan terhadap Masyarakat tentang Teknologi Tanam Padi Sawah, Padi Gogo dan jagung Sistem Tanam Jajar Legowo serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya dilapangan," paparnya

Selain mengunjungi dua dusun di Desa Matobe' Kecamatan Sikakap, Tim juga mengunjungi Kelompok Tani (Keltan) Sikerei di Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara. Di lokasi sawah Keltan Sikerei, dijumpai demplot pertanaman padi Teknologi Tanam Jarwo 2:1 dengan potensi pertanaman seluas 20 ha. Kondisi tanaman padi pun sehat dan diperkirakan akan panen 2 minggu ke depan.

"Sampai di Desa Silabu kami menjumpai Dorman Sakerebau selaku Kepala Desa Silabu serta mengunjungi sekretariat Keltan Sikerei. Di sana kita berbincang-bincang dengan pengurus kelompok dan kepala desa tentang maksud kedatangan kami untuk melakukan kunjungan ke lahan sawah dan Kelompok tani Sikerei ini mendapat bantuan jagung untuk musim tanam tahun ini, " paparnya lagi. .

Lebih lanjut dikatakannya permasalahan yang muncul terhadap petani adalah adanya serangan hama tikus dan sawah sering tergenang jika musim hujan tiba. Sementara petani diminta untuk membersihkan lingkungan sekitar areal persawahan dan membuat irigasi untuk mengatur air di lahan persawahannya.

"Komitmen Kepala Desa dan Ketua Keltan Sikerei untuk membuat saluran drainase sawah serta melakukan pertanaman kembali baik padi sawah mau jagung sudah ada, kita berharap komitmen itu harus dilaksanakan, guna menunjang ketahanan pangan, " ungkapnya.

Ia menyebutkan kesuburan tanah juga merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan pertanian, untuk itu ia meminta masyarakat untuk memanfaatkan pupuk kandang, guna menyuburkan tanaman. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK