Selasa, 04 September 2018


SASARAINAFM.COM-TUAPEJAT– Untuk pertama kalinya pagelaran senam massal gemu fa mi re yang melibatkan lebih 1.000 orang di seputaran Tugu Sikerei Km. 9 Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) tepat pada peringatan HUT TNI ke 73 pada selasa (04/09/2018).

Sekitar 1.350 orang tumpah ruah di sepanjang jalan Tugu Sikerei mensukseskan pertunjukan kolosal tersebut dari pukul 07.00 - 07.30 Wib. Kegiatan berjalan lancar meskipun langit tampak mendung.

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet sangat meng-apresiasi ide kreatif yang diprakarsai Kodim 0319 Mentawai yang didukung oleh semua OPD serta pengamanan yang baik dari Polres maupun TNI.

“  pagi ini secara serentak di seluruh jajaran kodam dan masyarakat melakukan senam massal, ini diadakan sebagai salah satu upaya dalam memperkenalkan dan mempertahankan budaya nasional sebagai warisan Indonesia yang tidak dapat diklaim oleh negara lain,” terang Letkol Czi Didid Yusnadi, Dandim 0319 Mentawai.

Apresiasi dari seluruh OPD, dan warga Tuapejat dalam menyukseskan kegiatan senam massal itu, menurut Didid sangat membanggakan. Hal itu terbukti dengan melimpahnya warga Tuapejat dan sekitarnya yang ikut bergembira dengan senam massal itu..

Ia  berharap kegiatan yang digelar secara nasional dan bisa dicatat di rekor muri maupun dunia itu dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua pihak  agar semakin bergiat mengeksplorasi dan menggaungkan kesenian - budaya terutama budaya yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Mentawai yang lebih dikenal dengan sebutan "Bumi Sikerei" ini di mata dunia.

Sementara Letkol Laut Anis Munandar mengimbuhkan bahwa Mentawai juga dapat semakin dikenal di mata dunia melalui kreatifitas Turuk Laggai atau kesenian khas Mentawai lainnya yang sudah dikenal sejak lama.

“Mentawai memiliki seni tari Turuk Laggai yang jika dikreasikan dan ditambah sentuhan inovasi yang menarik, Bumi Sikerei juga nantinya akan semakin dikenal dengan rekor Muri Internasional dan Nasional,” pungkas Anis. (KS)


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK