Selasa, 14 Agustus 2018

MENTAWAI, SASARAINA NEWS-Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai dipercaya oleh Kementrian Keuangan dalam pembuatan video testimoni aplikasi Online Monitoring-Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OM-SPAN). Dimana, aplikasi OM-SPAN sendiri sudah diterapkan Mentawai semenjak dua tahun belakangan.

“Penunjukkan Mentawai dalam pembuatan video testimoni ini mewakili wilayah Sumatera. Karena untuk seluruh Indonesia, hanya ada tiga daerah yang ditunjuk oleh Kemenkeu untuk pembuatan video testimoni OM-SPAN tersebut,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Badan Keuangan Daerah (BKD) Kepulauan Mentawai Rinaldi, kemarin, (14/8), siang.

Menurut Rinaldi, penunjukan Mentawai dalam pembuatan video testimoni tersebut, didasari bahwa, Mentawai merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih terbatas sarana jaringan seluler dan internet. Di samping itu, Mentawai juga fokus pada pengembangan pembangunan pariwisata.
“Ada tiga poin dalam pembuatan film tersebut. Yakni, segi Pariwisata, Perhubungan atau transportasi dan dana desa. Nah, kita dari tiga sisi ini memiliki tantangan yang sangat besar,” ujarnya.

Dengan ditunjuknya Mentawai dalam pembuatan video ini, kata Rinaldi, secara tidak langsung menjadikan Mentawai semakin dikenal.

“Dengan video testimoni ini, tentunya Mentawai akan semakin dikenal dan diperhatikan. Karena video ini, nantinya akan selalu ditayangkan oleh Kemenkeu terutama dalam sosialisasi OM-SPAN di daerah lain,” pungkasnya..

Meski belum sepenuh wilayah di Kepulauan Mentawai didukung sarana internet, namun, menurut Rinaldi, aplikasi OM-SPAN di Kepulauan Mentawai sangat efektif dalam hal pelaporan keuangan terutama dalam penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus.

Buktinya, kata Rinaldi, Mentawai untuk pertamakalinya meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2018. Hal ini, kata Rinaldi, tidak terlepas dari peran dan aplikasi OM-SPAN tersebut.

“OM-SPAN merupakan aplikasi yang sangat positif dan membantu daerah Kepulauan Mentawai. Ke depan, tentunya juga harus didukung sarana jaringan dan internet,” katanya.(adl)

0 komentar:

Posting Komentar

PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Diberdayakan oleh Blogger.
Photobucket
JURNALISTIK
SOSOK